📑 Table of Contents
Lokomotif C15
Lokomotif C 15 07 di monument sebelum masuk area museum
Jenis dan asal
Sumber tenagaUap
ProdusenHartmann, Jerman
Werkspoor, Belanda
Nomor seriC 15 / SS 85 - 94
Tanggal produksi1897-1900
Jumlah diproduksi10 unit
Data teknis
Konfigurasi:
 • Whyte0-6-0
 • AARC
 • UICC
Lebar sepur1.067 mm
Diameter roda1.503 mm
Jenis bahan bakarKayu jati
Batu bara
Minyak residu
Jumlah silinder485 mm × 600 mm

Lokomotif C 15 adalah lokomotif uap buatan pabrik Hartmann, Jerman dan Werkspoor, Belanda. Lokomotif ini memiliki susunan gandar 0-6-0T dan berat 27,7 ton. Lokomotif ini dapat menggunakan dua bahan bakar: kayu jati dan batu bara. Lokomotif ini memiliki dua silinder compound. Teknologi tersebut lebih menghemat penggunaan bahan bakar dan air karena uap untuk menekan piston tidak langsung dibuang tetapi kembali ke silinder.

Sejarah

sunting

Pada tahun 1875-1897, Staatsspoorwegen telah berhasil membuat jalur kereta api lintas Jawa Timur, mulai dari Surabaya Kota hingga Panarukan. Jalur lintas Surabaya Kota-Pasuruan adalah proyek pertama perusahaan ini, kemudian diperpanjang hingga Panarukan. Rute ini menjadi sangat penting saat itu karena di daerah Umbulan terdapat sumber air yang sangat besar dan perkebunan tembakau. Agar dapat melayani jalur tersebut, SS kemudian mengimpor lokomotif C 15 dari dua pabrik yang berbeda: Hartmann (pada tahun 1897-1899 dan Werkspoor (pada tahun 1899-1900)), masing-masing sepuluh unit.[1]

Total 20 unit lokomotif itu dijalankan untuk lintas tersebut. Lokomotif ini adalah lokomotif pertama yang dibeli oleh Pemerintah Hindia Belanda kepada pabrik Belanda. Sejak saat itu, KA menjadi moda transportasi yang amat penting. Angkutan tembakau banyak mempergunakan angkutan kereta api untuk diekspor.

Saat ini hanya tersisa lokomotif C 15 07 di Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Bagus Prayogo, Yoga; Yohanes Sapto, Prabowo; Radityo, Diaz (2017). Kereta Api di Indonesia. Sejarah Lokomotif di Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher. hlm. 64. ISBN 978-602-0818-55-9.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Minyak tanah

fraksional dari minyak bumi pada 150 °C dan 275 °C (rantai karbon dari C12 sampai C15). Pada suatu waktu dia banyak digunakan pada lampu minyak tanah, tetapi sekarang

Daftar lokomotif di Indonesia

B20 B21 B22 B23 B24 B25 B26 B27 B50 B51 B52 B53 BB10 C10 C11 C12 C13 C14 C15 C16 C17 C18 C19 C20 C21 C22 C23 C24 C25 C26 C27 C28 C29 C30 C31 C32 C33 C50

Lokomotif D301

kereta api, menggantikan lokomotif uap kecil seperti C11, C12, C13, C14, dan C15. Kegiatan pelangsiran dipandu oleh juru langsir, dan dilakukan di wilayah

Medical Subject Headings

diseases and pregnancy complications MeSH C14 --- cardiovascular diseases MeSH C15 --- hemic and lymphatic diseases MeSH C16 --- congenital, hereditary, and

Asam pentadesilat

Asam pentadesilat, juga dikenal sebagai asam pentadekanoat atau C15:0, adalah sebuah asam lemak jenuh rantai ganjil. Rumus molekulnya adalah CH3(CH2)13CO2H

McMillan TAC-50

dan sipil. Varian militer dan polisi digunakan oleh militer Kanada sebagai C15 sejak tahun 2000.  Turki: Digunakan oleh Gendarmerie General Command. Senapan

Lokomotif C12

C1240 di Museum Kereta Api Ambarawa, 1991. Kereta api uap Jaladara C11 C14 C15 Bagus Prayogo, Yoga; Yohanes Sapto, Prabowo; Radityo, Diaz (2017). Kereta

Lokomotif D300

kereta api, menggantikan lokomotif uap kecil seperti C11, C12, C13, C14, dan C15. Kegiatan pelangsiran dipandu oleh juru langsir, dan dilakukan di wilayah