Repositori adalah struktur data yang menyimpan metadata untuk sekumpulan struktur berkas atau direktori. Bergantung pada apakah sistem kendali versi yang digunakan itu didistribusikan (misalnya, Git atau Mercurial) atau terpusat (misalnya, Subversion atau Perforce), seluruh rangkaian informasi dalam repositori dapat diduplikasi pada sistem setiap pengguna atau dapat dipelihara pada satu peladen. Beberapa metadata yang ada di repositori antara lain adalah:

  • Catatan riwayat perubahan dalam repositori.
  • Sekumpulan objek komit.
  • Sekumpulan referensi untuk objek komit yang disebut heads.

Menyimpan perubahan

sunting

Tujuan utama repositori adalah untuk menyimpan sekumpulan berkas dan juga riwayat perubahan pada berkas tersebut.[1] Banyak perbedaan sistem kendali versi dalam menangani penyimpanan perubahan: misalnya, Subversion dulu mengandalkan pangkalan data dan sekarang pindah menyimpan perubahan langsung ke sistem berkas.[2] Perbedaan-perbedaan metode ini membuat bermacam-macam kendali versi digunakan oleh kelompok-kelompok yang berbeda, tergantung pada kebutuhan mereka.[3]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Getting Started - About Version Control". Git SCM.
  2. ^ Ben Collins-Sussman; Brian W. Fitzpatrick; C. Michael Pilato (2011). "Chapter 5: Strategies for Repository Deployment". Version Control with Subversion: For Subversion 1.7. O'Reilly.
  3. ^ "Different approaches to source control branching". Stack Overflow. Diakses tanggal 15 November 2014.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Girls' Frontline

clearing stages. The game consists of stages with multiple nodes and branching paths. Each unit deployed has limited ammunition and rations, so they

Concurrent Versions System

data log menjadi format berbasis web. CVS juga dapat menjaga cabang atau branching yang berbeda dari suatu proyek. Misalnya, versi yang sudah dirilis dari