📑 Table of Contents

Dalam teori probabilitas, ergodik adalah sebuah sistem dinamis yang secara garis besar memiliki perilaku yang sama pada sepanjang rata-rata waktu sejalan dengan rata-rata atas ruang dari seluruh keadaan sistem dalam ruang fase-nya. Dalam fisika, istilah tersebut mengartikan sebuah sistem yang memenuhi hipotesis ergodik dari termodinamika.

Sebuah proses acak adalah ergodik jika rata-rata waktunya sama dengan rata-rata ruang probabilitasnya, yang dikenal dalam bidang termodinamika sebagai rata-rata ensembelnya. Keadaan dari sebuah proses ergodik setelah jangka panjang adalah mendekati independen dari keadaan awalnya.[1]

Istilah "ergodik" berasal dari kata Yunani έργον (ergon: "kerja") dan οδός (odos: "wadah," "jalan"). Kata tersebut dipilih oleh Ludwig Boltzmann saat ia mengerjakan sebuah masalah dalam mekanika statistikal.[2]

Contoh proses ergodik adalah pengambilan data temperatur. Misal kita mengambil data temperatur pada suatu hari. Kita tidak bisa mengulangi proses tersebut (pada hari sebelumnya). Jika rata-rata temporal (rata-rata dari data yang diambil dari rentang waktu) dan rata-rata ensembe (nilai temperatur pada waktu tertentu) tersebut sama, maka proses tersebut bisa disebut proses ergodik.

musingin ih

Catatan

sunting
  1. ^ Feller, William (1 August 2008). An Introduction to Probability Theory and Its Applications, 2nd ed. Wiley India Pvt. Limited. hlm. 271. ISBN 978-81-265-1806-7.
  2. ^ Walters 1982, §0.1, p. 2

Referensi

sunting
  • Walters, Peter (1982). An Introduction to Ergodic Theory. Springer. ISBN 0-387-95152-0.
  • Brin, Michael; Garrett, Stuck (2002). Introduction to Dynamical Systems. Cambridge University Press. ISBN 0-521-80841-3.
  • Birkhoff, G. D. (1931). "Proof of the ergodic theorem". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 17 (12): 656. doi:10.1073/pnas.17.2.656.
  • Alaoglu, L.; Birkhoff, G. (1940). "General ergodic theorems". The Annals of Mathematics. 41 (2): 293–309.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Aljabar

1898. Dimulai pada tahun 1930-an, matematikawan Amerika Serikat Garrett Birkhoff memperluas gagasan tersebut dan mengembangkan banyak konsep dasar bidang

Aljabar Boolean (struktur)

matematika dengan karya Marshall Stone pada 1930-an, dan dengan Garrett Birkhoff 1940 yang memperkenalkan Teori Kekisi. Pada tahun 1960-an, Paul Cohen,

Varietas (aljabar universal)

seperti halnya grup Abelian, gelanggang, monoid dll. Menurut Teorema Birkhoff, kelas struktur aljabar dengan tanda tangan yang sama adalah suatu variasi

Daftar masalah matematika yang belum terpecahkan

Grothendieck–Katz Konjektur Köthe Konjektur Kummer–Vandiver Konjektur Pierce–Birkhoff Konjektur Sendov Konjektur seragam Konjektur Serre II Konjektur Zariski–Lipman

Deret komposisi

transfinite, tetapi bukan rangkaian komposisi turun yang tak terbatas (Birkhoff 1934). (Baumslag 2006) memberikan bukti singkat teorema Jordan-Hölder dengan