Indriati Iskak
Indriati Iskak dalam foto promosi (c. 1960), oleh Tati Photo Studio
Indriati Iskak dalam foto promosi (c. 1960), oleh Tati Photo Studio
LahirIndriati Gerard Bernardina
9 Juni 1942 (umur 84)
Surabaya, Hindia Belanda
KebangsaanIndonesia
Pekerjaan
Tahun aktif1956–1962
Suami/istri
Makki Perdanakusuma
(m. 1962; meninggal 2014)
Anak3
Orang tuaR. Iskak (ayah)
Kerabat
IMDB: nm2668413 Modifica els identificadors a Wikidata

Indriati Iskak (lahir Indriati Gerard Bernardina; 9 Juni 1942) atau juga dikenal sebagai Indri Makki, adalah seorang aktris dan pengusaha berkebangsaan Indonesia pada era 1950-an dan 1960-an. Penganut Katolik dan putri pertama dari R. Iskak (sutradara, penulis skenario dan penggubah lagu) ini terkenal dengan perannya di Tiga Dara bersama Mieke Widjaja, dan Chitra Dewi. Film tersebut merupakan debutnya yang pertama di dunia perfilman Indonesia, yang langsung menjadi box office. Indri juga tampil di beberapa film lainnya yang kurang begitu berhasil, kecuali perannya di film Djuara Sepatu Roda bersama bankir terkenal Robby Djohan.

Karier

sunting
Indriati Iskak pada tahun 1960

Anak dari R. Iskak ini mulai main film tahun I956 lewat "Tiga Dara" yang langsung mengangkat namanya. Lalu memerani film-film "Sengketa" (1957), "Djuara Sepatu Roda" (1958), "Tiga Mawar" (1959).

Tahun 1960, Indriati membintangi "Gadis Diseberang Djalan" dan selanjutnya dalam film "Desa Jang Dilupakan" (1960), "Masih Ada Hari Esok" (1961), "Djantung Hati". Setelah film nya "Daun Emas" (1963), Indriati mengundurkan diri dari dunia film.

Setelah film terakhir ini, dia bersama Gaby Mambo, Rima Melati dan Baby Huwae mendirikan grup nyanyi dan tari "The Baby Dolls" yang cukup populer di tahun 1960-an, bernyanyi dan menari di panggung, baik di Jakarta maupun di daerah. Penampilan mereka sempat mendapat perhatian dari Presiden Soekarno yang kemudian mengganti nama grup mereka menjadi Boneka Dara.

Pada tahun 1988 mereka, menyelenggarkan acara sosial "Nostalgia" dalam rangka pengumpulan dana untuk Yayasan Ginjal Indonesia untuk pengobatan dialysis (cuci darah) gratis untuk Baby Huwae, yang akhirnya wafat pada tahun berikutnya.

Kehidupan pribadi

sunting

Keluarga

sunting

Sesudah menikah dengan Laksamana Muda Udara Moh Makki Perdanakusuma pada 15 Mei 1962, Indri meneruskan studi di Fakultas Psikologi di Universitas Indonesia sampai meraih gelar doktoranda (Dra.) di bidang psikologi pada tahun 1968. Sejak menikah, Indriati tidak lagi tampil di layar putih dan lebih suka disebut sebagai Indri Makki.

Indri dan Makki dianugerahi 3 anak, yakni Dra. Sania Makki, Sakti Makki, B.Sc., dan Sari Makki, BFA (Photography). Dari Sania dan Sakti, Indri dan Makki mempunyai 6 cucu.

  • Sania Makki yang lahir di Jakarta, Indonesia, pada 17 Mei 1963.
  • Sakti Makki yang lahir di Jakarta, Indonesia, pada 23 Februari 1966.
  • Sari Makki

Sesudah menjadi free councelor untuk PIA Ardhya Garini (Persatuan Istri Angkatan Udara), Indri bekerja di PT Unilever Indonesia. Kariernya di Unilever berawal dari Market Research (1970), Marketing, Advertising dan akhirnya menjadi Foods Business Unit Head sampai pensiun. Sesudah pensiun, Indri bekerja free lance part time di Unilever di bidang IT selama 5 tahun, di samping turut mengelola bisnis keluarga PT Makki Makki Branding Consultant.

Kini Indri masih mengerjakan pekerjaan lepas Branding Analyst / Research dan menjadi salah satu pengurus perkumpulan Sekolah Katolik Strada dan penterjemah buku ‘True Life in God’ (Hidup Sejati Dalam Allah karangan Vassula) dalam paguyuban Unio Cordium Indonesia.

Filmografi

sunting

Film

sunting
Peran akting
Tahun Judul Peran Catatan
1956 Tiga Dara Nenny
1957 Sengketa
1958 Djuara Sepatu Roda Aty
1959 Tiga Mawar
1960 Desa yang Dilupakan
Gadis di Seberang Djalan
1961 Djantung Hati
Masih Ada Hari Esok Lasmi

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Manchester City F.C.

2026) 67 FW  ENG Divin Mubama (di Stoke City sampai 31 Mei 2026) 78 DF  BFA Issa Kaboré (di Wrexham sampai 31 Mei 2026) No. Pos. Negara Pemain 81 FW

Sylvester Stallone

yang dibutuhkan untuk lulus, dia diberikan gelar Bachelor of Fine Arts (BFA) gelar oleh presiden University of Miami pada tahun 1999. Pada tahun 2007

BASF

BASF SE (ISIN: DE0005151005, LSE: BFA, NYSE: BF) merupakan perusahaan kimia terbesar di dunia asal Jerman yang berkantor pusat di Ludwigshafen. BASF sendiri

Sarjana Seni

akademik internasional, Sarjana Seni setara dengan Bachelor of Fine Arts (BFA). Secara khusus, gelar ini diberikan kepada lulusan program studi: Seni Antropologi

Salman bin Ibrahim Al-Khalifa

posisi eksekutif di BFA. Pada tahun 1996, ia menjadi ketua tim nasional. Pada tahun 1998, ia terpilih sebagai wakil presiden BFA, dan terpilih menjadi

Maya Hawke

London dan Stella Adler Studio of Acting di New York. Dia belajar menuju BFA dalam akting di Juilliard School selama satu tahun sebelum keluar setelah

Pedro Pascal

Nama lain Pedro Balmaceda Alexander Pascal Pendidikan Universitas New York (BFA) Pekerjaan Aktor Tahun aktif 1996–sekarang Tanda tangan Penghargaan (2024)

Rudy Eka Priyambada

reguler karena melontarkan protes keras pada Asosiasi Sepak Bola Bahrain (BFA). Saat melatih Al-Najma, tak lupa Rudy Eka Priyambada membuka jalan bagi