Anonymous Sudan
Tanggal pendirianJanuari 2023
JenisKelompok peretas
TujuanMelakukan serangan DDoS, menargetkan aktivitas yang dianggap anti-Muslim.
MetodeSerangan siber, serangan DDoS
Tokoh penting
  • Ahmed Salah Yusuuf Omer
  • Alaa Salah Yusuuf Omer

Anonymous Sudan adalah sebuah kelompok peretas kriminal yang mulai aktif pada pertengahan Januari 2023. Kelompok ini dikaitkan dengan puluhan ribu serangan DDoS yang menargetkan berbagai entitas, termasuk negara mikro berdaulat, lembaga negara, universitas, media massa, rumah sakit, serta situs yang berhubungan dengan komunitas LGBT. Meskipun Anonymous Sudan menyatakan bahwa aktivitas mereka didorong oleh alasan ideologi yang mendukung Palestina, sejumlah laporan menunjukkan bahwa kelompok ini juga terlibat dalam upaya pemerasan terhadap korban serangan.

Pada Oktober 2024, sebuah dakwaan dewan juri federal Amerika Serikat dibuka untuk publik, yang menyebutkan bahwa dua bersaudara asal Sudan, Ahmed Omer dan Alaa Omer, telah ditangkap dan didakwa pada Maret 2024 atas tuduhan mengoperasikan dan mengendalikan Anonymous Sudan. Dalam operasi tersebut, Departemen Kehakiman Amerika Serikat bersama Biro Investigasi Federal (FBI) menyita dan menonaktifkan berbagai alat serta infrastruktur DDoS yang digunakan oleh kelompok tersebut.[1][2][3][4]

Terlepas dari namanya, tidak ditemukan hubungan yang diketahui antara Anonymous Sudan dan kolektif peretas Anonymous yang lebih luas.[5] Beberapa analis keamanan komputer berpendapat bahwa kelompok ini kemungkinan memiliki keterkaitan operasional dengan Rusia, meskipun asal-usul dan afiliasi pastinya masih menjadi bahan perdebatan.[5][6]

Asal-usul dan identitas

sunting

Anonymous Sudan tidak memiliki hubungan yang diketahui dengan kolektif peretas Anonymous, meskipun menggunakan nama yang serupa.[5][7] Kelompok ini pertama kali teridentifikasi melalui sebuah saluran Telegram berbahasa Rusia pada pertengahan Januari 2023.[8][9]

Sejumlah analis keamanan komputer, termasuk perusahaan CyberCX, menilai bahwa kelompok ini berasal dari atau mendapat dukungan dari Rusia, berdasarkan analisis pola komunikasi dan karakteristik operasional.[6] Penilaian tersebut belum dikonfirmasi secara independen dan tetap diperdebatkan.

Menanggapi laporan Truesec yang mengaitkan kelompok ini dengan Rusia, Anonymous Sudan menyatakan melalui Telegram bahwa mereka tidak memiliki afiliasi langsung dengan Rusia, namun mengakui adanya bentuk kerja sama terbatas, yang mereka jelaskan sebagai hubungan timbal balik atas bantuan sebelumnya.[5][10]

Tokoh-tokoh kunci

sunting

Ahmed Salah Yusuuf Omer dan Alaa Salah Yusuuf Omer diidentifikasi oleh otoritas Amerika Serikat sebagai individu yang diduga mengoperasikan Anonymous Sudan.[4] Pada 16 Oktober 2024, sebuah dakwaan dewan juri federal diajukan di California terhadap kedua bersaudara tersebut atas dugaan keterlibatan mereka dalam pengoperasian organisasi kejahatan siber.[2]

Tuduhan yang diajukan mencakup konspirasi untuk merusak komputer yang dilindungi. Selain itu, Ahmed Salah Yusuuf Omer juga menghadapi dakwaan tambahan terkait tindakan perusakan komputer.[11]

Target dan motif

sunting

Anonymous Sudan menyatakan bahwa target serangan mereka mencakup negara dan organisasi yang dianggap terlibat dalam tindakan anti-Muslim.[12] Kelompok ini menggambarkan dirinya sebagai anti-Zionis dan pro-Islam, sebagaimana tercermin dalam pernyataan publik mereka.[13]

Namun, analisis pihak ketiga menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara klaim ideologi dan pola operasional kelompok tersebut. Anonymous Sudan diketahui berkolaborasi dengan kelompok penyerang pro-Rusia, termasuk Killnet, dan sejumlah serangan yang dikaitkan dengan mereka dinilai selaras dengan kepentingan geopolitik pro-Rusia.[14]

Menanggapi pedoman keterlibatan bagi peretas sipil yang dikeluarkan oleh Komite Internasional Palang Merah, seorang perwakilan Anonymous Sudan menyatakan bahwa aturan tersebut tidak dapat diterapkan dalam konteks tujuan kelompok, dan pelanggarannya dianggap tidak terhindarkan.[15]

Kemungkinan keterkaitan dengan SN_BLACKMETA

sunting

Menurut firma keamanan komputer Radware, kelompok peretas SN_BLACKMETA, yang mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan terhadap Internet Archive pada tahun 2024 dan menyatakan motif pro-Palestina, kemungkinan memiliki keterkaitan operasional dengan Anonymous Sudan. Penilaian ini didasarkan pada kesamaan pola operasi, pemilihan target, dan retorika publik yang digunakan oleh kedua kelompok. Peneliti Radware juga mengemukakan bahwa akronim “SN” dalam nama SN_BLACKMETA diduga merujuk pada “Sudan”, meskipun interpretasi tersebut tidak dikonfirmasi secara independen.[16]

Sumber media dan keamanan komputer di Jerman melaporkan bahwa SN_BLACKMETA merupakan kelompok peretas asal Rusia, yang diduga beroperasi dari wilayah sekitar Veliky Novgorod, Rusia, di tenggara Sankt Peterburg. Kelompok tersebut menyatakan bahwa mereka tidak menerima dukungan dari negara mana pun.[17]

Serangan

sunting

Anonymous Sudan dikaitkan dengan berbagai serangan DDoS yang menargetkan entitas di sejumlah negara, termasuk Swedia, Denmark, Amerika Serikat, Australia, dan negara lainnya.[18][19] Target serangan mencakup perusahaan teknologi, media, lembaga negara, institusi pendidikan, serta penyedia layanan daring.

Korban yang dilaporkan terdampak antara lain Cloudflare,[20] Associated Press,[21] Netflix,[22] dan PayPal.[23] Serangan yang dikaitkan dengan kelompok ini juga mengakibatkan gangguan pada situs web Scandinavian Airlines (SAS) serta layanan Microsoft 365, termasuk Microsoft Teams dan Outlook.[4] Anonymous Sudan mengklaim bertanggung jawab atas gangguan layanan platform Twitter [24][25] (sekarang X) di lebih dari 12 negara, yang menurut pernyataan mereka dimaksudkan untuk menekan Elon Musk agar mengaktifkan layanan Starlink di Sudan.

Menurut tim riset Cyberint, Anonymous Sudan meluncurkan sekitar 670 serangan dalam enam bulan pertama aktivitasnya. Pada 8 Juni 2023, kelompok ini mengklaim telah melakukan serangan DDoS terhadap portal Microsoft Azure, yang menyebabkan gangguan pada sejumlah layanan komputasi awan Microsoft selama beberapa jam.

Dalam konteks perang saudara Sudan antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Pendukung Cepat (RSF), Anonymous Sudan melancarkan serangan komputer terhadap situs web pemerintah dan swasta Kenya pada akhir Juli 2023, yang mereka nyatakan sebagai tanggapan atas dukungan Kenya terhadap RSF.[26] Pada Januari dan Februari 2024, kelompok tersebut mengklaim telah melumpuhkan layanan internet di Chad dan Djibouti, serta melanjutkan serangan terhadap negara-negara anggota Otoritas Antar Pemerintah untuk Pembangunan (IGAD), termasuk Uganda, dan juga menargetkan Uni Emirat Arab, yang dipandang sebagai pendukung utama RSF.[27]

Pada 10 Juli 2023, Anonymous Sudan mengklaim bertanggung jawab atas serangan Serangan kegagalan layanan terhadap situs fanfiction Archive of Our Own (AO3). Kelompok tersebut menyatakan bahwa serangan tersebut dimotivasi oleh lokasi pendaftaran situs di Amerika Serikat serta keberadaan konten seksual dan LGBT.[28] Setelah itu, kelompok tersebut menuntut tebusan Bitcoin untuk menghentikan serangan. Situs tersebut kembali beroperasi keesokan harinya setelah penerapan perlindungan tambahan.[28]

Selama perang Jalur Gaza, sejumlah media di kawasan tersebut dilaporkan mengalami serangan siber. Situs web The Jerusalem Post, kantor berita Wafa, Al Jazeera English, dan Al-Mamlaka TV mengalami gangguan pada periode Oktober sampai November 2023, dengan Anonymous Sudan mengklaim keterlibatan dalam sebagian serangan tersebut.[29] Pada November 2023, kelompok ini juga menargetkan infrastruktur digital Israel.[30]

Pada Desember 2023, Anonymous Sudan mengklaim telah melancarkan serangan DDoS terhadap ChatGPT, yang mereka kaitkan dengan pernyataan seorang eksekutif OpenAI di media sosial terkait konflik Gaza-Israel.[31][32]

Pada Januari 2024, kelompok ini gagal melakukan serangan terhadap London Internet Exchange. Pada Februari 2024, Anonymous Sudan menargetkan Universitas Cambridge dan Universitas Manchester, dengan alasan posisi pemerintah Inggris dalam konflik Gaza. Gangguan terhadap sistem universitas tersebut dilaporkan bersifat terbatas dan sebagian besar berakhir dalam waktu singkat.[33]

Dalam salah satu insiden paling signifikan, serangan yang dikaitkan dengan Anonymous Sudan menyebabkan penutupan sementara departemen gawat darurat di Cedars-Sinai Medical Center, California, selama beberapa jam, sehingga pasien dialihkan ke fasilitas lain. Kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 10 juta dolar AS.[34][35]

Tindakan hukum dan dakwaan

sunting

Pada Oktober 2024, sebuah dakwaan dewan juri federal Amerika Serikat di Distrik Pusat California dibuka untuk publik. Dakwaan tersebut merinci penangkapan dan penuntutan terhadap dua bersaudara warga negara Sudan, Ahmed Salah Yusuuf Omer (22 tahun) dan Alaa Salah Yusuuf Omer (27 tahun), yang ditangkap pada Maret 2024 atas dugaan keterlibatan mereka dalam mengoperasikan dan mengendalikan kelompok kejahatan siber Anonymous Sudan.[4]

Kedua terdakwa didakwa atas konspirasi untuk merusak komputer yang dilindungi. Selain itu, Ahmed Salah Yusuuf Omer menghadapi tiga dakwaan tambahan terkait perusakan komputer yang dilindungi. Menurut dakwaan tersebut, Anonymous Sudan bertanggung jawab atas puluhan ribu serangan DDoS yang menargetkan infrastruktur penting, jaringan korporasi, dan lembaga pemerintahan di Amerika Serikat maupun di negara lain.[36]

Pada Maret 2024, Departemen Kehakiman Amerika Serikat bersama Biro Investigasi Federal (FBI) menyita dan menonaktifkan Distributed Cloud Attack Tool (DCAT), alat utama yang digunakan oleh Anonymous Sudan untuk melancarkan serangan siber. Selama periode sekitar satu tahun, alat tersebut dilaporkan digunakan dalam lebih dari 35.000 serangan DDoS, yang berdampak pada berbagai target, termasuk Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Departemen Pertahanan Amerika Serikat, serta Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles.[37]

Jika terbukti bersalah, Ahmed Salah Yusuuf Omer dapat menghadapi hukuman maksimal penjara seumur hidup di penjara federal, sementara Alaa Salah Yusuuf Omer berpotensi menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun.[38]

Referensi

sunting
  1. ^ "Sudanese Brothers Arrested in 'AnonSudan' Takedown – Krebs on Security" (dalam bahasa Inggris). 2024-10-17. Diakses tanggal 2026-01-06.
  2. ^ a b "2 Sudanese brothers charged with running cyberattack-for-hire gang - CBS News". www.cbsnews.com (dalam bahasa American English). 2024-10-16. Diakses tanggal 2026-01-06.
  3. ^ "U.S. charges Sudanese men with running powerful cyberattack-for-hire gang". The Washington Post (dalam bahasa American English). 2024-10-16. ISSN 0190-8286. Diakses tanggal 2026-01-06.
  4. ^ a b c d " Two Sudanese Nationals Indicted for Alleged Role in Anonymous Sudan Cyberattacks on Hospitals, Government Facilities, and Other Critical Infrastructure in Los Angeles and Around the World". www.justice.gov. Diakses tanggal 2026-01-06.
  5. ^ a b c d "Anonymous Sudan: neither anonymous nor Sudanese". Cybernews (dalam bahasa American English). 2023-06-22. Diakses tanggal 2026-01-06.
  6. ^ a b Taylor, Josh (2023-06-19). "Hackers behind Microsoft outage most likely Russian-backed group aiming to 'drive division' in the west". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2026-01-06.
  7. ^ Shah, Saqib (2023-08-29). "Hacker group behind behind Twitter outage mocks Elon Musk's rebrand". The Standard (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-06.
  8. ^ "Anonymous Sudan | NETSCOUT". www.netscout.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-06.
  9. ^ Robertson, Jordan; Gallagher, Ryan; Bloomberg. "'Hactivists' who targeted Microsoft claim they're working for Sudan". Fortune (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-06.
  10. ^ Robertson, Jordan; Rolander, Niclas (2023-05-14). "Posing as Islamists, Russian hackers take aim at Sweden". The Japan Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-06.
  11. ^ Bestari, Novina Putri. "Internet Lumpuh Gara-gara Ulah Kakak Beradik, Nasibnya Tragis". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-01-06.
  12. ^ "What is Anonymous Sudan? | Anonymous Sudan origins and attacks". www.cloudflare.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-06.
  13. ^ "London internet attack highlights confusing hacktivism movement". CSO Online (dalam bahasa English). Diakses tanggal 2026-01-06. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  14. ^ "Rules of engagement issued to hacktivists after chaos" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2023-10-03. Diakses tanggal 2026-01-06.
  15. ^ "Rules of engagement issued to hacktivists after chaos" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2023-10-03. Diakses tanggal 2026-01-06.
  16. ^ Radware. "Six-day, 14.7 Million RPS Web DDoS Attack Campaign Attributed to SN_BLACKMETA". www.radware.com. Diakses tanggal 2026-01-06.
  17. ^ online, heise (2024-10-17). "Cyber attack on Internet Archive apparently carried out by Russian hackers". heise online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-06.
  18. ^ Inc, GlobalSign, GMO Internet Group (2023-11-29). "LockBit, Anonymous Sudan Attacks and More". GlobalSign (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-06. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  19. ^ "Who is 'Anonymous Sudan'?". ABC listen (dalam bahasa Australian English). 2023-06-19. Diakses tanggal 2026-01-06.
  20. ^ Staff, S. C. (2023-11-13). "Anonymous Sudan DDoS attack hits Cloudflare website". SC Media (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-06.
  21. ^ Gooding, Matthew (2023-11-01). "AP cyberattack: Has Anonymous Sudan hit Associated Press?". Tech Monitor (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-06.
  22. ^ Staff, S. C. (2023-10-02). "Netflix impacted by Anonymous Sudan DDoS attack". SC Media (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-06.
  23. ^ Morrison, Ryan (2023-07-17). "Anonymous Sudan claims successful DDoS cyberattack on PayPal". Tech Monitor (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-06.
  24. ^ "Anonymous Sudan hacks X to put pressure on Elon Musk over Starlink" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2023-08-31. Diakses tanggal 2026-01-06.
  25. ^ "Access Restricted". www.telegraph.co.uk. Diakses tanggal 2026-01-06.
  26. ^ AMB (2023-07-30). "Sudan hackers target Kenyan govt websites". Dabanga Radio TV Online (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-01-06.
  27. ^ "Anonymous Sudan claims responsibility for cyber attacks on UAE entities | Digital Watch Observatory" (dalam bahasa American English). 2024-02-02. Diakses tanggal 2026-01-06.
  28. ^ a b Diaz, Ana (2023-07-10). "Archive of Our Own is down due to a DDoS attack". Polygon (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-06.
  29. ^ Alsharif, Mohamed Mandour, Doja Daoud, Ignacio Miguel Delgado Culebras, and Samir (2023-10-19). "Attacks, arrests, threats, censorship: The high risks of reporting during the Israel-Gaza war". Committee to Protect Journalists (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-06. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  30. ^ "How hackers piled onto the Israeli-Hamas conflict". POLITICO (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2023-10-15. Diakses tanggal 2026-01-06.
  31. ^ "OpenAI Cyberattack Claimed By Anonymous Sudan" (dalam bahasa American English). 2023-12-15. Diakses tanggal 2026-01-06.
  32. ^ Sharma, Aakash (2023-12-19). "'Will target ChatGPT until it stops dehumanizing Palestinians': Hackers on outage". India Today (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-06.
  33. ^ Varanasi, Lakshmi. "Hackers behind recent ChatGPT outage say they'll target the AI bot until it stops 'dehumanizing' Palestinians". Business Insider (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-06.
  34. ^ Sabin, Sam (2023-12-16). "After recent outage, hacking group pledges to keep targeting ChatGPT". Axios (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-06.
  35. ^ "UK universities targeted by cyberattack". Times Higher Education (THE) (dalam bahasa Inggris). 2024-02-20. Diakses tanggal 2026-01-06.
  36. ^ Baran, Guru (2024-10-17). "Anonymous Sudan Hackers Charged for Cyber Attacks on Critical Infrastructure". Cyber Security News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-06.
  37. ^ DiMolfetta, David (2024-10-16). "US charges 2 with running 'Anonymous Sudan' hacking group". Nextgov.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-06.
  38. ^ "Sudanese brothers charged for 'Anonymous Sudan' attacks targeting critical infrastructure, government agencies and hospitals". therecord.media (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-06.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Aturan 34

2022-08-07. Olson, Parmy (2012-06-05). We Are Anonymous: Inside the Hacker World of LulzSec, Anonymous, and the Global Cyber Insurgency (dalam bahasa

Fufufafa

Gibran semakin menguat setelah kelompok peretas Anonymous Indonesia yang berafiliasi dengan Anonymous membongkar data pribadi terkait akun tersebut. Ini

Michael Cimino (pemeran)

Mei 2022, Cimino bergabung dengan pemeran serial podcast thriller Jane Anonymous, berdasarkan novel dengan nama yang sama karya Laurie Faria Stolarz. Cimino

Hamish Linklater

Colson Whitehead Adaptation 'The Nickel Boys' For MGM's Orion; Plan B, Anonymous Producing". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal

The Boys in the Boat

CinemaScore memberi film ini nilai rata-rata "A" pada skala A+ hingga F, sementara PostTrak melaporkan 86% penonton film memberikan nilai positif. "Alexandre Desplat

Anonymous (film 2011)

Anonymous adalah sebuah film drama periode tahun 2011 yang disutradarai oleh Roland Emmerich dan ditulis oleh John Orloff. Film ini adalah versi fiksi

Operasi Unmask

(Britania)). Diakses tanggal 2026-01-07. "Anonymous members arrested after Interpol investigation". The Washington Post (dalam bahasa American English). 2012-02-29

Tailwind CSS

JnK2Jl0vWa8Ck2rdkQ2Bzep5IDxbcnCeuOxjzrPF/et3URy9Bv1WTRi" crossorigin="anonymous"> </head> <body> <button type="submit" class="btn btn-primary">Submit</button>