Amniosentesis adalah tes prenatal yang dapat mendiagnosis kelainan genetik (seperti Down Sindrom dan Spina Bifida) dan masalah kesehatan lainnya pada janin. Tes menggunakan jarum untuk mengeluarkan sejumlah kecil cairan ketuban dari dalam rahim, dan kemudian dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui kondisi tertentu.[1]

Prosedur amniosentesis dilakukan pada usia kehamilan 15 dan 20 minggu (selama trimester kedua kehamilan). Tes amniosentesis yang dilakukan pada awal kehamilan berpotensi menimbulkan lebih banyak risiko, seperti keguguran. Dalam beberapa kasus, penyedia layanan kesehatan melakukan tes amniosentesis di akhir kehamilan.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ a b "Amniocentesis: Purpose, Procedure, Risks, Recovery & Results". Cleveland Clinic (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-03-14.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Cacar air

dapat dilakukan, walaupun risiko keguguran spontan karena prosedur amniosentesis lebih tinggi daripada risiko bayi mengalami sindrom varisela janin.

Sindrom Down

sedikit bagian janin pada plasenta) pada kehamilan 10-12 minggu) atau amniosentesis (pengambilan air ketuban) pada kehamilan 14-16 minggu. Untuk mendeteksi

Pengaturan kelahiran

Emisi kendaraan bermotor Penyakit yang sudah ada sebelumnya Prosedur Amniosentesis Kardiotokografi Pengambilan sampel chorionic villus Uji nonstres Aborsi

Omfalokel

abnormalitas genetik. Abnormalitas genetik ini dapat dikonfirmasi dengan amniosentesis. Kehamilan dengan omfalokel akan diawasi dengan ketat, terutama pada

Pengguguran kandungan

Emisi kendaraan bermotor Penyakit yang sudah ada sebelumnya Prosedur Amniosentesis Kardiotokografi Pengambilan sampel chorionic villus Uji nonstres Aborsi

Teknologi reproduksi berbantuan

Emisi kendaraan bermotor Penyakit yang sudah ada sebelumnya Prosedur Amniosentesis Kardiotokografi Pengambilan sampel chorionic villus Uji nonstres Aborsi

Reaksi berantai polimerase

sistik. Sampel DNA untuk pengujian pralahir dapat diperoleh dengan amniosentesis, pengambilan sampel vilus korionik, atau bahkan dengan analisis sel

Keluarga Berencana

Emisi kendaraan bermotor Penyakit yang sudah ada sebelumnya Prosedur Amniosentesis Kardiotokografi Pengambilan sampel chorionic villus Uji nonstres Aborsi