Alanda Kariza
Lahir23 Februari 1991 (umur 35)
Jakarta, Indonesia
KebangsaanIndonesia
PendidikanBINUS International University, Jakarta
Tahun aktif2005 - saat ini
OrganisasiThe Cure For Tomorrow
Dikenal atasInisiator Indonesian Youth Conference
PenghargaanCosmoGIRL! of the Year Finalist (2006)
ASHOKA Young Changemakers Awards (2010)
X: alandakariza Instagram: alandakariza Modifica els identificadors a Wikidata

Alanda Kariza (lahir 23 Februari 1991) adalah penulis dan aktivis asal Indonesia. Alanda mendirikan organisasi nirlaba, The Cure For Tommorow ketika ia berusia 15 tahun dan menjadi finalis termuda dalam CosmoGIRL! of the Year 2006 pada tahun yang sama. Alanda menjadi perwakilan Indonesia untuk Global Changemakers dan menginisiasi Indonesian Youth Conference sebagai wadah bagi pemuda Indonesia untuk menyampaikan aspirasinya.[1]

Riwayat Hidup

sunting

Keluarga dan pendidikan

sunting

Alanda kini tinggal di Jakarta bersama orang tua dan dua adiknya. Kakeknya adalah Prof. Moenadjat Wiratmadja, orang yang menjadi pionir operasi plastik di Indonesia. Ia bersekolah di SD Pembangunan Jaya dan mendapatkan beasiswa Pendidikan Jaya Foundation selama dua tahun berturut-turut. Alanda melanjutkan pendidikannya di SMP Al-Azhar 3. Pada tahun 2009, ia lulus dari SMA Negeri 82 Jakarta dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. Alanda kemudian lulus masuk S1 Kriminologi pada FISIP Universitas Indonesia, tetapi ia lebih memilih mengambil pendidikan di BINUS International University, Jakarta, dengan jurusan Bisnis Internasional, dan merupakan orang pertama yang mendapatkan beasiswa penuh selama tiga tahun.

Karya tulis

sunting

Alanda mulai menulis sejak sekolah dasar, di mana ia dipilih menjadi salah satu jurnalis majalah sekolah. Pada masa remajanya, ia mulai menulis fiksi dan puisi. Ia meluncurkan novel pertamanya Mint Chocolate Chips ketika berusia 14 tahun.[2] Setelah novel debutnya tersebut, Alanda melanjutkan karier menulisnya sebagai penulis lepas di berbagai majalah remaja, termasuk Hai, Gogirl, kaWanku, dan Provoke!.[3] Pada tahun 2010, ia menulis antalogi cerita pendek, Vice Versa dan berpartisipasi dalam penulisan Pertama Kalinya!, sebuah proyek yang diinisiasi oleh Sitta Karina yang sebagian royaltinya didonasikan untuk menyekolahkan kembali anak putus sekolah.[4]

Ia meluncurkan buku terbarunya, Dream Catcher pada 10 April 2012.

Aktivisme

sunting

Alanda tertarik menjadi aktivis sejak berada di SMP pada tahun 2006. Ketika itu ia melamar di berbagai lembaga nirlaba internasional tetapi ditolak karena masih berada di bawah umur. Alanda kemudian mendirikan sendiri komunitas sosial dengan teman-temannya, yang diberi nama The Cure For Tomorrow. Kegiatan The Cure For Tomorrow antara lain mengumpulkan donasi untuk bencana, membuat workshop tentang daur ulang, mengampanyekan pemanasan global, dan lain-lain.

Pada tahun 2009, Alanda dipilih untuk merepresentasikan Indonesia dalam Global Changemakers Guildford Forum 2009.[5] Ia juga mewakili Indonesia dalam Global Changemakers at the G-20 London Summit.[6]

Referensi

sunting
  1. ^ Sofyani, F. "Outspoken youth demand to be heard", The Jakarta Post, July 11, 2010, accessed October 31, 2010.
  2. ^ Petersen, Z. "My Jakarta: Alanda Kariza, Youth Activist", The Jakarta Globe, September 3, 2010, accessed November 23, 2010.
  3. ^ "Alanda Kariza's Personal Website" Diarsipkan 2012-09-27 di Wayback Machine., accessed November 23, 2010
  4. ^ "Pertama Kalinya! Website"
  5. ^ Gibbons, Z. "Alanda Kariza Wakili Indonesia di GCGF", "ANTARA", January 20, 2009, accessed October 10, 2010.
  6. ^ "A young Indonesian Global Changemaker goes to the London Summit", "British Embassy Jakarta", accessed November 9, 2010

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Puteri Indonesia 2023

Tribunpapuabarat.com. Diakses tanggal 2023-05-01. "Sosok Anak Sentani Jayapura, Yunita Alanda Monim Siap Wakili Papua di Ajang Puteri Indonesia 2023". Tribun-papua.com

Sajen (film)

seenaknya, Alanda berani melawan. Misi Alanda membuat dua sahabatnya yakni Riza (Angga Yunanda) dan Keyra (Chantiq Schagerl) cemas. Di suatu malam, Alanda dijebak

Fajar Nugros

Nol (2010, bersama Artasya Sudirman) Negeri Tanpa Perasaan (2011, bersama Alanda Kariza) Cinta di Saku Celana (2012) Alfiyah, Nur (15 Agustus 2019). Kustiani

SMA Negeri 82 Jakarta

pilihan utama sebagian siswa dalam kegiatan sehari-hari. Acha Septriasa Alanda Kariza Ayudia Bing Slamet Deryansha Dimas Danang Fathia Izzati Hanindhito

Daftar tokoh perempuan Indonesia

Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia Alanda Kariza, penulis dan aktivis A.W. Prihandita, penulis Ayu Utami, penulis

Puteri Indonesia Papua

dalam Putri Pariwisata Indonesia 2020, namun belum membuahkan hasil. Yunita Alanda Monim (2023), merupakan pemenang kontes Duta Wisata Propinsi Papua 2016

Dabke

dari Lembah Yordania, dan merupakan salah satu jenis dabke tercepat. Abu 'Alanda (أبو علندهcode: ar is deprecated ) Al-Aqabawiyya (العقباويةcode: ar is deprecated

Amanda Manopo

Wanita Nurma kecil 2017 Surat Cinta untuk Starla Gadis Kameo 2018 Sajen Alanda Adriana Bisikan Iblis Nany 2019 Suara April Nur Laela Kelam Fenny 2020 Kajeng